Rabu, 18 Desember 2013

ANALISIS PUISI “TAMAN” KARYA CHAIRIL ANWAR DITINJAU DARI SEMIOTIKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Menurut Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama. Sedangkan Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik. Kemudian Samuel Taylor Coleridge berpendapat bahwa puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.
      Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin. Dalam puisi dikenal pengkajian atau analisis yang ditinjau dari segi semiotikanya, dalam makalah ini kajian atau tinjauan semiotika pada puisi akan coba kami bahas.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pendekatan semiotika?
1.2.2 Apa pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol?
1.2.3 Bagaimana tinjauan semiotika dalam puisi “Taman” karya Chairil Anwar?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian pendekatan semiotika.
1.3.2 Mengetahui pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol.
1.3.3 Mengetahuan tinjauan semiotika dalam puisi “Taman” karya Chairil Anwar.



















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Semiotika
Semiotik (semiotics) berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti tanda atau sign. Tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif, mampu menggantikan suatu yang lain (stand for something else) yang dapat dipikirkan atau dibayangkan (Broadbent, 1980). Semiotik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda. Dalam bahasa Inggris semiotik didefinisikan sebagai berikut.
“Semiotics is usually definde as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise.” (Semiotik biasanya didefinisikan sebagi teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).
v  Ferdinand De Saussure
Menurut Saussure, bahasa itu merupakan suatu sistem tanda (sign). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Penanda adalah aspek material dari bahasa dan petanda adalah gambaran mental, pikiran atau konsep atau aspek mental dari bahasa. Istilah form (bentuk) dan content (materi, isi) diistilahkan juga dengan expression dan content, yang satu berwujud bunyi dan yang lain berwujud idea. Langange adalah suatu kemampuan bahasa yang ada pada setiap manusia yang bersifat pembawaan. Ia merujuk pada suatu fenomena bahasa secara umum, artinya langange memiliki segi individual dan segi sosial sehingga lahirlah dari langange itu dua aspek, yaitu langue dan parole.

v  Charles Sanders Peirce
Menurut Peirce (dalam Hoed,1992) tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa pengalaman, pikiran, gagasan atau perasaan. Jika sesuatu, misalnya A adalah asap hitam yang mengepul di kejauhan, maka ia dapat mewakili B, yaitu misalnya sebuah kebakaran (pengalaman). Tanda semacam itu dapat disebut sebagai indeks; yakni antara A dan B ada keterkaitan (contiguity). Sebuah foto atau gambar adalah tanda yang disebut ikon. Foto mewakili suatu kenyataan tertentu atas dasar kemiripan atau similarity (foto Angelina Jolie, mewakili orang yang bersangkutan, jadi merupakan suatu pengalaman). Tanda juga bisa berupa lambang, jika hubungan antara tanda itu dengan yang diwakilinya didasarkan pada perjanjian (convention), misalnya lampu merah yang mewakili “larangan (gagasan)” berdasarkan perjanjian yang ada dalam masyarakat. Burung Dara sudah diyakini sebagai tanda atau lambang perdamaian; burung Dara tidak begitu saja bisa diganti dengan burung atau hewan yang lain, dan seterusnya.

2.2  Pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol
1)      Ikon
Ikon adalah tanda yang mirip dengan objek yang diwakilinya. Dapat pula dikatakan, tanda yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang dimaksudkan. Misalnya, pass photo anda merupakan ikon anda sendiri, kemudian logo stasiun swasta yang menyerupai matahari sebagai ikon dari matahari yang telah disederhanakan. Ikon merupakan perwakilan dari ciri fisik (2 atau 3 dimensional) dimana bentuk tersebut menyerupai dengan apa yang direpresentasikannya. Ikon tidak memerlukan kesepakatan (konvensi) dalam memaknainya, Ikon bukan hanya berupa gambar yang disederhanakan namun setiap gambar yang mewakili obyek yang direpresentaikan.
2)      Indeks
         Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Atau   disebut juga tanda sebagai bukti. Contohnya: asap dan api, asap menunjukkan adanya api. Jejak      telapak kaki di tanah merupakan tanda indeks orang yang melewati tempat itu. Tanda tangan   (signature) adalah indeks dari keberadaan seseorang yang menorehkan tanda tangan itu. Contoh lain   adalah indeks semut yang berarti juga disitu ada gula.
3)      Simbol
      Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol berada pada ranah konotatif, sedangkan ikon merupakan ranah denotatif. Makna yang muncul dalam simbol memerlukan kesepakatan bersama (konvensi), sedangkan ikon tidak memerlukan konvensi. Simbol muncul karena kebutuhan manusia dalam hal komunikasi massa. Contohnya: simbol bintang yang merupakan tanda bagi seseorang berpangkat tinggi. Semakin banyak jumlah bintang yang dipasang pada seragam, maka semakin tinggi pula derajat dan jabatan orang tersebut.

2.3 Tinjauan Semiotika dalam Puisi “Taman” karya Chairil Anwar
“TAMAN”

Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
Halus lebut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
Dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
Aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
                                                                                                Maret 1943

Dalam puisi “Taman”, pengarang Chairil Anwar menggunakan kata yang tidak hanya mengandung aspek denotasi saja namun juga ada aspek konotasi yang asosiasi-asosiasi keluar dari denotasinya, seperti:
Dua baris pertama terdapat Kata Taman adalah suatu tempat yang indah yang dihiasi dengan tumbuhan, namun dalam hal ini mempunyai makna konotasi sebagai sebuah rumah.
Kemudian dua baris kedua, kata Tak kehilangan berarti saling melengkapi, antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi antar penghuni didalamnya.
Dua baris ketiga ada ungkapan Kembangnya tak berpuluh warna ialah bermakna hiasan/perabotan tidak banyak.
Tiga baris selanjutnya, mengandung ungkapan halus lebut dipijak kaki yang berarti susah senang bukan menjadi halangan.
Kemudian dua baris keenam, ada kata taman punya berdua yang berarti rumah milik berdua tak ada yang berani mencampuri.
Baris setelehnya juga terdapat ungkapan Kau Kembang, kembang disini tidak lagi berarti hiasan namun berarti Istri karena dilanjutkan dengan kata selanjutanya Aku Kumbang, kumbang disini bisa berarti suami, jelas jika bahwa kembang adalah sang wanita dan kumbang adalah sang pria yang saling membutuhkan.
Dan dua baris terkhir yakni Kata Penuh Surya berarti penuh dengan cahaya yang berarti penuh dengan keceriaan. Dan terakhir Merenggut: yang berarti meninggalkan.

Makna Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Puisi “Taman” Karya Chairil Anwar
a.      Ikon, Judul puisi “Taman” merupakan “Ikon” keseluruhan puisi ini yang dikaitkan dengan citra sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa rumah merupakan tempat membina keluarga dan dihuni oleh sepasang suami istri.

b.      Indeks, Indeks yang terkandung dalam puisi “Taman” ialah pada kata “Kembang dan Kumbang”. Seperti yang kita ketahui bersama “Kembang dan Kumbang” ialah dua makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain. tanpa kehadiran kembang, kumbang tak bisa memperoleh makanan, begitu juga sebaliknya kembang tak dapat berkembangbiak tanpa bantuan dari seekor kumbang.

c.       Simbol, Puisi “Taman” buah karya Chairil Anwar selain terdapat tanda Ikon dan Indeks puisi ini juga memiliki simbol-simbol di dalamnya seperti kata “Permadani” yang menggambarkan dan melambangkan “Keindahan” serta “Kesempurnaan” sesuatu. Selain itu juga terdapat kata “Surya” yang berarti cahaya. Seperti yang digambarkan puisi di atas bahwa terdapat cahaya (surya) yang selalu menyinari rumah pasangan suami istri tersebut.








BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat saya tulis mengenai isi dalam makalah ini ialah Semiotika adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda. Ikon adalah tanda yang mirip dengan objek yang diwakilinya. Dapat pula dikatakan, tanda yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang dimaksudkan. Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol berada pada ranah konotatif, sedangkan ikon merupakan ranah denotatif.

Makna Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Puisi “Taman” Karya Chairil Anwar adalah Judul puisi “Taman” merupakan “Ikon” keseluruhan puisi ini yang dikaitkan dengan citra sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa rumah merupakan tempat membina keluarga dan dihuni oleh sepasang suami istri. Indeks yang terkandung dalam puisi “Taman” ialah pada kata “Kembang dan Kumbang”. Seperti yang kita ketahui bersama “Kembang dan Kumbang” ialah dua makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain. tanpa kehadiran kembang, kumbang tak bisa memperoleh makanan, begitu juga sebaliknya kembang tak dapat berkembangbiak tanpa bantuan dari seekor kumbang. Puisi “Taman” buah karya Chairil Anwar selain terdapat tanda Ikon dan Indeks puisi ini juga memiliki simbol-simbol di dalamnya seperti kata “Permadani” yang menggambarkan dan melambangkan “Keindahan” serta “Kesempurnaan” sesuatu. Selain itu juga terdapat kata “Surya” yang berarti cahaya. Seperti yang digambarkan puisi di atas bahwa terdapat cahaya yang selalu menyinari rumah pasangan suami istri tersebut.