Soal
:
1.
Apa pentingnya
mengetahui ragam puisi?
2.
Mengapa puisi itu
dibagi berdasarkan ragam dan bentuknya?
3.
Jelaskan pembagian
puisi menurut Heman J.Waluyo!
4.
Jelaskan bentuk
perbedaan puisi mantra dan puisi konkret!
5.
Apa pentingnya bunyi
pada puisi Stardji Calzoum Bachri?
6.
Mengapa puisi mbeling
dapat dikategorikan sebagai puisi awam?
7.
Sebutkan ciri-ciri yang
dapat dimasukan ke dalam puisi mbeling!
8.
Jelaskan letak
perbedaan pantun dan puisi!
9.
Jelaskan rumusan
pembagian puisi Jus Badudu!
10.
Siapakah yang dianggap
sebagai penyair puisi kontemporer nonkonvensional?
Jawaban:
1. Pentingnya
mengetahui ragam puisi adalah untuk
menambah wawasan tentang ragam puisi. Berguna untuk dalam menentukan bahwa
sebuah karya sastra merupakan puisi atau bukan. Selain itu, agar kita bisa
memahami dan menjelaskan tentang ragam puisi yang ditulis para penyair
Indonesia atau menafsirkan maksud yang hendak disampaikan penyair.
2. Puisi
itu dibagi berdasarkan ragam dan bentuknya karena
puisi itu memiliki cirri-ciri tersendiri yang dapat membedakan antara satu dengan lainya
misalnya dilihat dari jumlah baris. Contoh : puisi baru ada yang terdiri 2
baris (disticon), 3 baris (terzina),
dan 4 baris (quatrain).
3. Pembagian
puisi menurut Herman J. Waluyo adalah
a. Puisi
naratif, lirik dan deskriftif
b. Puisi
kamar dan puisi auditorium
c. Puisi
fisikal, platonik dan metafisikal
d. Puisi
subjektif dan objektif
e. Puisi
konkret
f. Puisi
diafan, puisi gelap, dan puisi prismatic
g. Puisi
pernasian dan puisi insfiratif
h. Puisi
stanza
i.
Puisi demonstrasi dan
puisi pamphlet
j.
Puisi alegori
4. Perbedaan
bentuk puisi mantra dan puisi konkret adalah puisi Mantra, puisi yang menempatkan
bunyi sebagai kekuatan gaib atau sublime yang dapat menimbulkan arti dan menciptakan daya magis. Dengan kata lain, puisi mantra
adalah puisi yang mengikuti poila mantra. Akan tetapi, puisi mantra bukan hanya
dibentuk dari struktur kata-katanya yang mempunyai rima dan ritma, melainkan
dibentuk dari struktur batinnya, sedangkan puisi Konkret sering disebut
sebagai puisi rupa karena lebih menekankan bentuk rupanya atau gambarannya atau
ukirannya atau bendanya. Dengan kata lain, puisi konkret adalah pusi yang
pengaturan puisinya membentuk gambar tertentu disesuaikan dengan judul, tema,
dan pesannya.
5. Pentingnya
bunyi pada puisi Sutardji Calzoum Bachri adalah beliau beranggapan bahwa kekuatan
makna dan juga karakter pada puisi Sutardji Calzoum Bachri terletak pada bunyi
puisi yang dia sampaikan. Dari pusi dia menyampaikan karakter, melalui puisi
dia menyampaikan nilai social, dan dari puisi pula dia menunjukan kekuatan.
6. Puisi
mbeling dapat dikategorikan sebagai puisi awam karena puisi mbeling menerima
apa adanya dan karena
keluguannya menerima persoalan tanpa keterbatasan ruang dan waktu atau absurd tak absurd.
7. Ciri-ciri
yang dapat dimasukkan ke dalam puisi mbeling adalah
a. Menggunakan
bahasa yang lugas
b. Menyampaikan
suatu kritik
c. Membentuk
lelucon
d. Tidak
terikat konvensi puisi pada umumnya
8. Letak
perbedaan pantun dan puisi adalah pantun
terdapat 8 suku kata – 12 suku kata dalam 1 baris, terdapat 4 kata dalam 1 baris. Sedangkan puisi
: tidak ada aturan yang sangat mengikat seperti yang terdapat dalam pantun.
9. Rumusan
pembagian puisi menurut Jus Badudu adalah puisi dapat dibagi berdasarkan
bentuknya, puisi lama (mantra, bidal, pantun, syair, seloka, gurindam, talibun,
puisi dari bahasa asing), puisi baru (disticon, terzina, quatrain, quin sextet,
septima, stanza, sonata, dan sajak).
10. Penyair
puisi kontemporer nonkonvensional ialah Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabar,
Ibrahim Sattah, Husni Jamaludin, Noorca Marendra, Darmanto Jatman, Joss
Sarhadi, Dharma Sari, B. Priyono, Widji Muthari, Frans Nadjira, Syahril Latif,
sedangkan penyai yang terkena pengaruh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar