Jumat, 20 Desember 2013

UTS Mata Kuliah Puisi

Soal :
1.        Apa pentingnya mengetahui ragam puisi?
2.        Mengapa puisi itu dibagi berdasarkan ragam dan bentuknya?
3.        Jelaskan pembagian puisi menurut Heman J.Waluyo!
4.        Jelaskan bentuk perbedaan puisi mantra dan puisi konkret!
5.        Apa pentingnya bunyi pada puisi Stardji Calzoum Bachri?
6.        Mengapa puisi mbeling dapat dikategorikan sebagai puisi awam?
7.        Sebutkan ciri-ciri yang dapat dimasukan ke dalam puisi mbeling!
8.        Jelaskan letak perbedaan pantun dan puisi!
9.        Jelaskan rumusan pembagian puisi Jus Badudu!
10.    Siapakah yang dianggap sebagai penyair puisi kontemporer nonkonvensional?

Jawaban:
1.      Pentingnya mengetahui ragam puisi adalah untuk menambah wawasan tentang ragam puisi. Berguna untuk dalam menentukan bahwa sebuah karya sastra merupakan puisi atau bukan. Selain itu, agar kita bisa memahami dan menjelaskan tentang ragam puisi yang ditulis para penyair Indonesia atau menafsirkan maksud yang hendak disampaikan penyair.
2.      Puisi itu dibagi berdasarkan ragam dan bentuknya karena puisi itu memiliki cirri-ciri tersendiri yang dapat membedakan antara satu dengan lainya misalnya dilihat dari jumlah baris. Contoh : puisi baru ada yang terdiri 2 baris (disticon), 3 baris (terzina), dan 4 baris (quatrain).
3.      Pembagian puisi menurut Herman J. Waluyo adalah
a.       Puisi naratif, lirik dan deskriftif
b.      Puisi kamar dan puisi auditorium
c.       Puisi fisikal, platonik dan metafisikal
d.      Puisi subjektif dan objektif
e.       Puisi konkret
f.       Puisi diafan, puisi gelap, dan puisi prismatic
g.      Puisi pernasian dan puisi insfiratif
h.      Puisi stanza
i.        Puisi demonstrasi dan puisi pamphlet
j.        Puisi alegori
4.      Perbedaan bentuk puisi mantra dan puisi konkret adalah puisi Mantra, puisi yang menempatkan bunyi sebagai kekuatan gaib atau sublime yang dapat menimbulkan arti dan menciptakan daya magis. Dengan kata lain, puisi mantra adalah puisi yang mengikuti poila mantra. Akan tetapi, puisi mantra bukan hanya dibentuk dari struktur kata-katanya yang mempunyai rima dan ritma, melainkan dibentuk dari struktur batinnya, sedangkan puisi Konkret sering disebut sebagai puisi rupa karena lebih menekankan bentuk rupanya atau gambarannya atau ukirannya atau bendanya. Dengan kata lain, puisi konkret adalah pusi yang pengaturan puisinya membentuk gambar tertentu disesuaikan dengan judul, tema, dan pesannya.
5.      Pentingnya bunyi pada puisi Sutardji Calzoum Bachri adalah beliau beranggapan bahwa kekuatan makna dan juga karakter pada puisi Sutardji Calzoum Bachri terletak pada bunyi puisi yang dia sampaikan. Dari pusi dia menyampaikan karakter, melalui puisi dia menyampaikan nilai social, dan dari puisi pula dia menunjukan kekuatan.
6.      Puisi mbeling dapat dikategorikan sebagai puisi awam karena puisi mbeling menerima apa adanya dan karena keluguannya menerima persoalan tanpa keterbatasan ruang dan waktu atau absurd tak absurd.
7.      Ciri-ciri yang dapat dimasukkan ke dalam puisi mbeling adalah
a.       Menggunakan bahasa yang lugas
b.      Menyampaikan suatu kritik
c.       Membentuk lelucon
d.      Tidak terikat konvensi puisi pada umumnya
8.      Letak perbedaan pantun dan puisi adalah pantun terdapat 8 suku kata – 12 suku kata dalam 1 baris, terdapat 4 kata dalam 1 baris. Sedangkan  puisi : tidak ada aturan yang sangat mengikat seperti yang terdapat dalam pantun.
9.      Rumusan pembagian puisi menurut Jus Badudu adalah puisi dapat dibagi berdasarkan bentuknya, puisi lama (mantra, bidal, pantun, syair, seloka, gurindam, talibun, puisi dari bahasa asing), puisi baru (disticon, terzina, quatrain, quin sextet, septima, stanza, sonata, dan sajak).

10.  Penyair  puisi kontemporer  nonkonvensional ialah Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabar, Ibrahim Sattah, Husni Jamaludin, Noorca Marendra, Darmanto Jatman, Joss Sarhadi, Dharma Sari, B. Priyono, Widji Muthari, Frans Nadjira, Syahril Latif, sedangkan penyai yang terkena pengaruh 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar