Rabu, 18 Desember 2013

ANALISIS PUISI “TAMAN” KARYA CHAIRIL ANWAR DITINJAU DARI SEMIOTIKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Menurut Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama. Sedangkan Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik. Kemudian Samuel Taylor Coleridge berpendapat bahwa puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.
      Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin. Dalam puisi dikenal pengkajian atau analisis yang ditinjau dari segi semiotikanya, dalam makalah ini kajian atau tinjauan semiotika pada puisi akan coba kami bahas.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan pendekatan semiotika?
1.2.2 Apa pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol?
1.2.3 Bagaimana tinjauan semiotika dalam puisi “Taman” karya Chairil Anwar?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian pendekatan semiotika.
1.3.2 Mengetahui pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol.
1.3.3 Mengetahuan tinjauan semiotika dalam puisi “Taman” karya Chairil Anwar.



















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Semiotika
Semiotik (semiotics) berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti tanda atau sign. Tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif, mampu menggantikan suatu yang lain (stand for something else) yang dapat dipikirkan atau dibayangkan (Broadbent, 1980). Semiotik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda. Dalam bahasa Inggris semiotik didefinisikan sebagai berikut.
“Semiotics is usually definde as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise.” (Semiotik biasanya didefinisikan sebagi teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).
v  Ferdinand De Saussure
Menurut Saussure, bahasa itu merupakan suatu sistem tanda (sign). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Penanda adalah aspek material dari bahasa dan petanda adalah gambaran mental, pikiran atau konsep atau aspek mental dari bahasa. Istilah form (bentuk) dan content (materi, isi) diistilahkan juga dengan expression dan content, yang satu berwujud bunyi dan yang lain berwujud idea. Langange adalah suatu kemampuan bahasa yang ada pada setiap manusia yang bersifat pembawaan. Ia merujuk pada suatu fenomena bahasa secara umum, artinya langange memiliki segi individual dan segi sosial sehingga lahirlah dari langange itu dua aspek, yaitu langue dan parole.

v  Charles Sanders Peirce
Menurut Peirce (dalam Hoed,1992) tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa pengalaman, pikiran, gagasan atau perasaan. Jika sesuatu, misalnya A adalah asap hitam yang mengepul di kejauhan, maka ia dapat mewakili B, yaitu misalnya sebuah kebakaran (pengalaman). Tanda semacam itu dapat disebut sebagai indeks; yakni antara A dan B ada keterkaitan (contiguity). Sebuah foto atau gambar adalah tanda yang disebut ikon. Foto mewakili suatu kenyataan tertentu atas dasar kemiripan atau similarity (foto Angelina Jolie, mewakili orang yang bersangkutan, jadi merupakan suatu pengalaman). Tanda juga bisa berupa lambang, jika hubungan antara tanda itu dengan yang diwakilinya didasarkan pada perjanjian (convention), misalnya lampu merah yang mewakili “larangan (gagasan)” berdasarkan perjanjian yang ada dalam masyarakat. Burung Dara sudah diyakini sebagai tanda atau lambang perdamaian; burung Dara tidak begitu saja bisa diganti dengan burung atau hewan yang lain, dan seterusnya.

2.2  Pengertian Ikon, Indeks, dan Simbol
1)      Ikon
Ikon adalah tanda yang mirip dengan objek yang diwakilinya. Dapat pula dikatakan, tanda yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang dimaksudkan. Misalnya, pass photo anda merupakan ikon anda sendiri, kemudian logo stasiun swasta yang menyerupai matahari sebagai ikon dari matahari yang telah disederhanakan. Ikon merupakan perwakilan dari ciri fisik (2 atau 3 dimensional) dimana bentuk tersebut menyerupai dengan apa yang direpresentasikannya. Ikon tidak memerlukan kesepakatan (konvensi) dalam memaknainya, Ikon bukan hanya berupa gambar yang disederhanakan namun setiap gambar yang mewakili obyek yang direpresentaikan.
2)      Indeks
         Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Atau   disebut juga tanda sebagai bukti. Contohnya: asap dan api, asap menunjukkan adanya api. Jejak      telapak kaki di tanah merupakan tanda indeks orang yang melewati tempat itu. Tanda tangan   (signature) adalah indeks dari keberadaan seseorang yang menorehkan tanda tangan itu. Contoh lain   adalah indeks semut yang berarti juga disitu ada gula.
3)      Simbol
      Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol berada pada ranah konotatif, sedangkan ikon merupakan ranah denotatif. Makna yang muncul dalam simbol memerlukan kesepakatan bersama (konvensi), sedangkan ikon tidak memerlukan konvensi. Simbol muncul karena kebutuhan manusia dalam hal komunikasi massa. Contohnya: simbol bintang yang merupakan tanda bagi seseorang berpangkat tinggi. Semakin banyak jumlah bintang yang dipasang pada seragam, maka semakin tinggi pula derajat dan jabatan orang tersebut.

2.3 Tinjauan Semiotika dalam Puisi “Taman” karya Chairil Anwar
“TAMAN”

Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
Halus lebut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
Dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
Aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
                                                                                                Maret 1943

Dalam puisi “Taman”, pengarang Chairil Anwar menggunakan kata yang tidak hanya mengandung aspek denotasi saja namun juga ada aspek konotasi yang asosiasi-asosiasi keluar dari denotasinya, seperti:
Dua baris pertama terdapat Kata Taman adalah suatu tempat yang indah yang dihiasi dengan tumbuhan, namun dalam hal ini mempunyai makna konotasi sebagai sebuah rumah.
Kemudian dua baris kedua, kata Tak kehilangan berarti saling melengkapi, antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi antar penghuni didalamnya.
Dua baris ketiga ada ungkapan Kembangnya tak berpuluh warna ialah bermakna hiasan/perabotan tidak banyak.
Tiga baris selanjutnya, mengandung ungkapan halus lebut dipijak kaki yang berarti susah senang bukan menjadi halangan.
Kemudian dua baris keenam, ada kata taman punya berdua yang berarti rumah milik berdua tak ada yang berani mencampuri.
Baris setelehnya juga terdapat ungkapan Kau Kembang, kembang disini tidak lagi berarti hiasan namun berarti Istri karena dilanjutkan dengan kata selanjutanya Aku Kumbang, kumbang disini bisa berarti suami, jelas jika bahwa kembang adalah sang wanita dan kumbang adalah sang pria yang saling membutuhkan.
Dan dua baris terkhir yakni Kata Penuh Surya berarti penuh dengan cahaya yang berarti penuh dengan keceriaan. Dan terakhir Merenggut: yang berarti meninggalkan.

Makna Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Puisi “Taman” Karya Chairil Anwar
a.      Ikon, Judul puisi “Taman” merupakan “Ikon” keseluruhan puisi ini yang dikaitkan dengan citra sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa rumah merupakan tempat membina keluarga dan dihuni oleh sepasang suami istri.

b.      Indeks, Indeks yang terkandung dalam puisi “Taman” ialah pada kata “Kembang dan Kumbang”. Seperti yang kita ketahui bersama “Kembang dan Kumbang” ialah dua makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain. tanpa kehadiran kembang, kumbang tak bisa memperoleh makanan, begitu juga sebaliknya kembang tak dapat berkembangbiak tanpa bantuan dari seekor kumbang.

c.       Simbol, Puisi “Taman” buah karya Chairil Anwar selain terdapat tanda Ikon dan Indeks puisi ini juga memiliki simbol-simbol di dalamnya seperti kata “Permadani” yang menggambarkan dan melambangkan “Keindahan” serta “Kesempurnaan” sesuatu. Selain itu juga terdapat kata “Surya” yang berarti cahaya. Seperti yang digambarkan puisi di atas bahwa terdapat cahaya (surya) yang selalu menyinari rumah pasangan suami istri tersebut.








BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat saya tulis mengenai isi dalam makalah ini ialah Semiotika adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda atau teori tentang pemberian tanda. Ikon adalah tanda yang mirip dengan objek yang diwakilinya. Dapat pula dikatakan, tanda yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang dimaksudkan. Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol berada pada ranah konotatif, sedangkan ikon merupakan ranah denotatif.

Makna Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Puisi “Taman” Karya Chairil Anwar adalah Judul puisi “Taman” merupakan “Ikon” keseluruhan puisi ini yang dikaitkan dengan citra sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa rumah merupakan tempat membina keluarga dan dihuni oleh sepasang suami istri. Indeks yang terkandung dalam puisi “Taman” ialah pada kata “Kembang dan Kumbang”. Seperti yang kita ketahui bersama “Kembang dan Kumbang” ialah dua makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain. tanpa kehadiran kembang, kumbang tak bisa memperoleh makanan, begitu juga sebaliknya kembang tak dapat berkembangbiak tanpa bantuan dari seekor kumbang. Puisi “Taman” buah karya Chairil Anwar selain terdapat tanda Ikon dan Indeks puisi ini juga memiliki simbol-simbol di dalamnya seperti kata “Permadani” yang menggambarkan dan melambangkan “Keindahan” serta “Kesempurnaan” sesuatu. Selain itu juga terdapat kata “Surya” yang berarti cahaya. Seperti yang digambarkan puisi di atas bahwa terdapat cahaya yang selalu menyinari rumah pasangan suami istri tersebut.

Senin, 16 Desember 2013

Sinopsis Novel "Tak Sempurna"

"Something has gone very wrong with our school"  inilah kalimat kunci dari novel Tak Sempurna. Tak Sempurna kurang lebih mewakili tentang harapan dan kegelisahan.  Dunia pendidikan atau dunia sekolahmerupakan dunia yang sangat kompleks—miniatur kehidupan manusia. Kita bisa melihat banyak aspek penting kehidupan dari sana: Hubungan antar-manusia, anak-anak, keluarga, orangtua, birokrasi, politik, agama, masyarakat, harapan, kekecewaan, masa lalu, masa kini, masa depan, semuanya. Tak Sempurna bercerita tentang sistem pendidikan di Indonesia yang disebut sebagi Gotham-nya Indonesia.  Suatu tempat di mana anak-anak dibesarkan di tengah keluarga yang tak memberikan kasih sayang, kehidupan bermasyarakat yang tak memberi harapan, dan kehidupan bernegara yang tak menjanjikan apa-apa kecuali perang-perang politik kepentingan memuakkan. Di kota semacam itu, sulit sekali menemukan contoh dan teladan yang baik, sekalipun dari kalangan tokoh-tokoh agama. Di kota itulah sekolah menjadi sekadar tempat “penitipan anak” bagi orangtua yang sibuk atau “tempat pembuangan anak” bagi orangtua yang tak peduli pada mereka. Juga ajang adu gengsi. Sementara itu, di tengah semua kekacauan sistem pendidikan, rekrutmen tenaga pengajar yang penuh kecurangan, dan kurikulum pendidikan yang berantakan, anak-anak ini masih ditekan dengan beban pelajaran yang kelebihan muatan, tugas-tugas, les panjang persiapan ujian, try out, ujian nasional, dan seterusnya. Sudah bisa diduga, tentu saja, anak-anak seperti apa yang dihasilkan kehidupan kota semacam itu—sistem pendidikan semacam itu? 
"Kami hidup di dunia yang tak sempurna. Saat pagi memaksa kami pergi sekolah untuk bekerja keras demi masa depan yang tak jelas. Guru-guru bagai diktator yang meneror kami agar menanam pohon masa depan yang seragam, disiram hapalan dan dipupuki serangkaian ujian yang membuat kami ketakutan. Kamilah anak-anak sampah, seperti kata Tuan dan Puan pemerhati pendidikan, tak punya masa depan! Maka kami meledakkan amarah dan kesedihan kami di jalanan, jadi tawuran atau perkelahian. Kami pecahkan jerawat batu pubertas kami dengan adegan-adegan telanjang di depan kamera atau di tempat-tempat gelap yang rahasia. Kami rayakan kesedihan kami dengan narkoba. Tapi di mana para orang tua saat kami rindu kasih sayang mereka? Kenapa mereka selalu sibuk? Di mana pemerintah, penegak hukum dan pemuka agama? Kenapa pelajaran moral tak pernah sungguh-sungguh kami dapatkan dari lingkungan kami yang nyata? Di bahu siapa kami bisa menangis? Di dada siapa kami bisa menemukan rasa bangga dan rasa percaya? Demi kebahagiaan dan waktu bermain kami yang direnggut, direbut, diringkas dan diringkus, kami menyatakan perang pada segala bentuk perampokan dan pengkhianatan terhadap hak-hak kami--baik sebagai anak-anak maupun sebagai manusia.

Hikayat Si Miskin


Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin.
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”
Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu.
Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang.
Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anaknya yang kedua, perempuan, bernama Nila Kesuma.
Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.
Ketika Maharaja Indera Angkasa akan mengetahui pertunangan putra-putrinya, dicarinya ahli-ahli nujum dari Negeri Antah Berantah.
Atas bujukan jahat dari raja Antah Berantah, oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hanyalah akan mendatangkan celaka saja bagi orangtuanya.
Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.
Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu, Negeri Puspa Sari musnah terbakar.
Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Waktu mencari api ke kampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut. Nila Kesuma ditemui oleh Raja Mengindera Sari, putera mahkota dari Palinggam Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.
Akan nasib Marakarmah di lautan, teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang menawan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang setelah gemuk akan dimakan. Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai, dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang. Marakarmah dan Cahaya Chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani, maka didorongnya Marakarmah ke laut, yang seterusnya ditelan oleh ikan nun yang membuntuti kapal itu menuju ke Palinggam Cahaya. Kemudian, ikan nun terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan daun padi karena mendapat petunjuk dari burung Rajawali, sampai Marakarmah dapat keluar dengan tak bercela.
Kemudian, Marakarmah menjadi anak angkat Nenek Kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Marakarmah selalu menolak menggubah bunga. Alasannya, gubahan bunga Marakarmah dikenal oleh Cahaya Chairani, yang menjadi sebab dapat bertemu kembali antara suami-isteri itu.
Karena cerita Nenek Kebayan mengenai putera Raja Mangindera Sari menemukan seorang puteri di bawah pohon beringin yang sedang menangkap burung, tahulah Marakarmah bahwa puteri tersebut adiknya sendiri, maka ditemuinyalah. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya.
Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala.
Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani).
Akhirnya, Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya.

Minggu, 15 Desember 2013

Karena Tak Selamanya Pelangi Itu Indah.

Hujan
Aku sangat membenci hujan
Hujan itu pengganggu
Hujan itu hanya membuat sakit
Dan membuatmu merasa melankolis
Karena dingin yang menusuk kulitmu
Membawamu kembali ke kenangan pahit terdahulu
Hujan itu hanya benalu
Selalu berwarna kelabu
Dan membuat suasana sekitarku menjadi sendu
Entahlah, aku sangat membencinya
Seperti aku membenci dia yang meninggalkanku
Meninggalkanku dan menyisakan luka di hati
Lalu kau datang dan berkata
Hujan itu bukan pengganggu
Hujan itu pertanda berkah
Hujan itu tidak akan membuatmu mendadak melankolis
Hujan itu pertanda kebahagiaan
Banyak orang yg mengharapkan datangnya hujan saat kemarau menyerang
Karena mereka percaya
Sesungguhnya hujan itu merupakan berkah dunia
Hujan rintik-rintik
Melodi indah yang dihasilkan oleh suara air yang membentur bumi
Kau menyukainya bukan?
Suasana romantis dan bahagia saat gerimis
Dan kau menikmatinya dengan secangkir kopi hangat
Kau lihat, hujan tidak seburuk yang kau bayangkan
Lalu kau pun menarik tanganku
Dengan senyuman yang mungkin hanya hujan yang mampu menerjemahkannya
Kau meyakinkanku bahwa hujan itu tidaklah seburuk yang dikira
Kau mengajakku menari dan berlari bersama di tengah derasnya hujan
Seketika kau pun mengubah semua prasangka burukku terhadap hujan
Yaa kini kusadari
Bahwa hujan itu ternyata indah
Bersamamu kusadari hujan itu anugerah
Anugrah yang mungkin hanya bisa kurasakan bersamamu
Bersama dengan suara tawamu
Dan senyum yang mungkin tak akan hilang
Selama hujan masih membasahi bumi
Tapi kini semua telah berubah
Kau telah pergi
Pergi seperti hujan reda yang tergantikan oleh pelangi dan matahari
Kemana hujan rintik-rintik yang romantis itu?
Entahlah, mungkin kau saat ini sedang bersenang-senang melukis pelangi bersamanya
Namun biarpun begitu
Aku selalu mengingat kata-katamu tentang hujan
Saat hujan, aku tak lagi mengeluh
Saat hujan, aku tetap menganggapnya sebagai pertanda berkah dan kebahagiaan
Karena kau, telah mengajarkan padaku
Bahwa hujan, tak selamanya membawa kesedihan
Karena kebahagian dan keceriaan yang kau bawa
Bersama dengan tetesan hujan begitu terasa
Biarpun cuma sesaat
Dan meski terkadang air mataku selalu menetes disaat hujan turun karena mengenangmu
Tapi…. hey, selama aku masih menikmati hujan dengan secangkir kopi
Kurasa tak masalah bukan? :)

Sabtu, 14 Desember 2013

Wacana Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP


Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan nasional. Dengan rencana dan pengaturan itu, para siswa diharapkan melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dewasa ini tepatnya tahun ajaran 2013/2014 ditandai dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 untuk beberapa sekolah, Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), tapi belum terselesaikan karena desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sesuatu yang baru tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP.
Adapun perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP ialah dari segi penjurusan tingkat SMA/sederajat. Pada Kurikulum 2013 penjurusan tingkat SMA/sederajat dilakukan saat siswa mulai duduk di bangku kelas X, pada saat itu pula siswa diajarkan mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat dan pendalaman minat. Sebaliknya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), penjurusan tingkat SMA/sederajat baru dilaksanakan ketika siswa menginjak kelas XI dengan mata pelajaran disesuaikan dengan jurusan yang dipilih.
Selain dari segi penjurusannya, perbedaan antara Kurikulum 2013 dan KTSP juga nampak pada silabus yang digunakan. Dalam kurikulum 2013 silabus yang digunakan ialah  Kompetensi Inti (KI) berbasis tematik, sehingga dalam proses pembelajaran terdapat tema-tema yang menjadi acuan atau bahan ajar tidak sama dengan KTSP yang menggunakan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) berbasis mata pelajaran, masing-masing disiplin ilmu dikelompokkan lalu dibahas dalam satu mata pelajaran.
Perbedaan diantara kedua kurikulum ini juga terlihat pada kapasitas jam pelajarannya. Jumlah jam pelajaran per minggu pada Kurikulum 2013 lebih banyak daripada jumlah mata pelajarannya, dimana jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Dalam Kurikulum 2013, jumlah mata pelajaran tingkat SMP yang semula 12 kini berganti menjadi 10 mata pelajaran. Mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri akan melebur ke dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya. Sedangkan mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan lain-lain tetap seperti semula. Berbeda dengan Kurikulum 2013, KTSP memiliki jumlah jam pelajaran lebih sedikit daripada jumlah mata pelajarannya, sedangkan jumlah mata pelajarannya lebih banyak dibandingkan dengan kurikulum 2013.
Tidak cukup sampai di situ, segi penilaian turut serta menyumbang poin perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan KTSP. Kurikulum 2013 standar penilaian yang digunakan ialah  penilaian otentik, artinya mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil belajar siswa. Pada sisi lain Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan sebutan KTSP ini standar penilaian yang digunakan lebih dominan pada aspek pengetahuan siswa saja.



Jumat, 13 Desember 2013

Merosotnya Ekonomi Negara

Yang terhormat, Bapak/Ibu dosen, serta rekan- rekan Mahasiswa yang saya cintai dan banggakan.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

Pertama, puji dan syukur  ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat karunia dan rahmatnya kita dapat berkumpul bersama di tempat yang sederhana dan dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apa pun.

Hadirin yang berbahagia,
Sekarang ini kita hidup di zaman yang serba canggih, zaman dimana kemewahan sudah bukan lagi menjadi barang langka tetapi sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Orang-orang lebih cenderung bergaya hidup konsumtif, tidak lagi memikirkan asset untuk kehidupan yang akan datang, tetapi hanya mengutamakan kemewahan saja. Perubahan gaya hidup modern seperti saat ini mungkin bisa disikapi dengan mudah oleh sebagian orang yang mampu dan berkecukupan, namun bagaimana dengan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan apakah mereka mampu menghadapi zaman seperti sekarang ini? Tentu tidak bukan?
Dari pernyataan yang baru saja saya sampaikan, tentunya kita dapat mengambil pelajaran bahwa terdapat penyimpangan atau masalah yang menjadi efek samping dari zaman modern ini, yaitu masalah ekonomi. Berbicara masalah ekonomi, tentu rekan-rekan harus tau apa sih ekonomi itu?
Ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara, begitulah ungkapan dari seorang pakar ekonomi dunia Adam Smith. Tanpa ekonomi sebuah negara tidak akan berdiri dan tidak akan berkembang, karena ekonomilah yang bisa memenuhi kebutuhan negara,  baik itu untuk rakyat ataupun pemerintah yang bergerak sebagai tempat dan alat tumbuhnya ekonomi itu sendiri.
Di era zaman modern saat ini, masalah ekonomi menjadi masalah yang paling utama, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melontarkan lima fakta yang menurut dia bisa menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia yang sangat mengenaskan. Salah salah satunya adalah ada 50 juta orang Indonesia yang diidentifikasi sebagai anggota kelas konsumen. Mereka adalah orang-orang yang memiliki daya beli hingga Rp 20 juta per bulan untuk segala macam kebutuhan hidup, seperti makanan, minuman, dan barang-barang  fashion. Cukup jelas bukan, bagaimana kondisi eko nomi kita akan membaik, jika orang Indonesia sendiri tak dapat mengatur uang dengan baik. Dari fakta tersebut, lalu timbul lah satu pertanyaan, apa yang harusnya dilakukan oleh masyarakat guna mengatasi masalah ekonomi tersebut?

Hadirin yang saya banggakan,
Ada beberapa cara atau tips yang dapat dilakukan dalam mengahadapi gempuran ekonomi pada zaman modern ini, diantaranya adalah;
Pertama, meminimalisir pengeluaran. Maksudnya adalah kita harus melakukan upaya pengurangan pengeluaran pembelanjaan. Dalam melakukan pembelanjaan hendaknya kita menjadi orang yang selektif yaitu memilih dan memilah mana kebutuhan yang memang mendasar dan diperlukan saat itu, jangan melakukan pembelian dalam jumlah banyak atau membeli barang yang bukan bersifat pokok sedangkan barang yang kita beli tersebut sebenarnya belum diperlukan saat itu. Lebih baik uang sisa belanja ditabungkan terlebih dahulu.
Kemudian cara atau tips yang kedua ialah berwirausaha. Salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia adalah kurang pendapatan dan tingginya angka kebutuhan hali ini bisa di atasi dengan cara berwirausaha. Contohnya seorang yang menjadi buruh dengan upah RP. 30.000 dalam satu hari, kemudian upahnya tersebut disisihkan sebagian untuk modal usaha membuat warung sederhana di rumahnya, jika usahanya sudah berjalan dia akan memiliki dua sumber pendapatan yaitu dari upahnya menjadi buruh dan laba dari usaha warungnya tersebut.

Hadirin yang saya hormati
Cara atau tips yang terakhir adalah investasi. Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama sering kali mengutarakan “If  you want to know how valuable money, try investing” artinya jika anda ingin tahu betapa berharganya uang, cobalah berinvestasi. Investasi merupakan hal yang sangat penting pada zaman modern ini, karena harga-harga semakin hari semakin tinggi, sedangkan nilai uang semakin hari semakin rendah. Untuk mengatasi masalah ini kita bisa melakukan investasi. Uang yang selama ini kita tabung bisa kita belikan barang-barang yang bernilai investasi seperti emas, karena nilai barang tersebut selalu meningkat dan mudah dalam menjualnya. Jadi, nilai uang yang terdapat dalam barang tersebut akan semakin meningkat dari hari kehari.



Hadirin yang saya hormati.
Sekian sedikit pengetahuan yang dapat saya sampaikan. Semoga ini semua bermanfaat khususnya bagi diri saya sendiri dan umumnya untuk semuanya. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya dan mohon maaaf apabila terdapat kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati hadirin sekalian, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan dan kesalahan semata-mata datangnya dari diri saya pribadi.
Sekian dan terima kasih.


Pesan Buatmu Kekasih

Di sini telah aku tulis
Berjuta-juta kesaksian
Tentang kita dan sketsa perjalanan
Namun cerita slalu tidak pernah sempurna
Karena jarak terlalu jauh
'Untuk di tempuh oleh anganan kita

Dan angananku sudah kutitipkan kepadamu
Agar rindu itu akan menyatu
Dalam kenyataan dan bukannya khayalan
Serta anganku belaka

Nurani di dinding hati ini hampir retak
Dekaplah aku degan erat
Agar kita tidak terpisahkan
Hanya karena khayalan serta angan...